Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Yang Pergi Selalu Lebih Ringan

 Ada rasa bersalah yang tidak pergi setelah semuanya berhenti. Anehnya, yang berhenti justru orangnya—bukan perasaannya. Aku tinggal, dia menghilang. Aku tahu ini salah. Tapi mengetahui itu tidak otomatis membuatku bebas. Ada bagian diriku yang masih terikat—bukan pada orangnya, melainkan pada rasa diperhatikan yang ia tinggalkan. Dia pergi hanya dengan satu kata maaf. Tidak ada percakapan lanjutan. Tidak ada tanggung jawab atas perasaan yang ditinggalkan. Dua hari kemudian, ia kembali—seperti semua baik-baik saja. Seolah luka punya tombol reset . Aku mulai sadar: yang membuatku terikat bukan dia, tapi pola—datang, memberi hangat, pergi tanpa jejak, lalu muncul lagi. Dan setiap kali, akulah yang harus merapikan sisa-sisanya. Di titik ini aku paham: bukan aku yang terlalu perasa. tapi aku yang terlalu lama memikul tanggung jawab atas sesuatu yang bukan milikku. Aku berhak berhenti, bahkan jika perasaanku belum sepenuhnya tenang. Karena tanggung jawab emosional sehar...

Postingan Terbaru

Rasa Kosong yang Datang dari Ekspektasi

Catatan Kecil Sebelum Tahun Baru: Aku Memilih Diriku

Someone To Talk

Menunggu yang Tak Pasti

Antara Kesepian dan Obrolan yang Nggak Nyambung

Kok Bisa?

Lewat Ajaaaa

Belajar bersikap STOICISM

Oppa BWS 😆💛 (Byeon Woo Seok )

Percaya