Rasa Kosong yang Datang dari Ekspektasi

Ada satu fase yang aneh tapi nyata: bukan kehilangan orangnya yang bikin kosong, tapi kehilangan notifikasi WA/pesan dari dia. Padahal kalau di pikir kita bukan apa-apa, ga ada status, nggak ada janji. Tapi kok rasanya kayak ada yang “hilang” pas HP sepi?

Lucunya, yang kita kangenin itu bukan dia sebagai manusia seutuhnya. Yang kita kangenin itu rasa:

rasa ditanyain,

rasa diperhatiin,

rasa “oh ternyata aku diingat”.


Masalahnya, dia datang dan pergi sesuka hati. Hari ini intens, besok hilang, lusa muncul lagi kayak nggak pernah ninggalin bekas apa-apa. Dan tanpa sadar, itu bikin kita nunggu, ngecek HP berkali-kali. Overthinking:

“Kenapa dia belum chat?”

“Apa aku salah?”

“Apa dia udah sama orang lain?”

Padahal…

bisa jadi dia cuma orang yang ngasih perhatian secukupnya biar kita stay, bukan biar kita tenang, itu bentuk manipulasi yang halus. Nggak jahat-jahat amat, tapi cukup buat bikin kita ketergantungan.

Sampai akhirnya aku sadar kalo sebenernya aku nggak kehilangan siapa-siapa. Aku cuma lagi lepas dari kebiasaan nunggu. Dan jujur, sebelum dia datang juga hidupku baik-baik aja kok.

Berarti sebenarnya aku bisa.

Tanpa dia juga bisa.

Pelan-pelan aku belajar:

– HP nggak harus selalu dicek

– Notifikasi sepi bukan tanda aku nggak berharga

– Perhatian yang bikin cemas itu bukan perhatian, itu jebakan

Kalau kehadiran seseorang bikin kamu lebih sering mikir daripada tenang, lebih sering nunggu daripada hidup, mungkin bukan dia yang kamu butuhin, tapi ketenangan yang dulu kamu punya sebelum dia datang.

Dan tenang,

rasa kosong itu bukan tanda kamu lemah.

Itu cuma tanda kamu lagi narik diri balik ke diri sendiri.

Pelan-pelan aja.

Kamu nggak sendirian.

Dan kamu nggak kehilangan apa-apa yang benar-benar milikmu.

Komentar

Postingan Populer